Udah lama nih ga nulis. Selamat datang kembali Hasna :) akhir-akhir ini sedang disibukkan dengan menulis tugas akhir, yaa barangkali dengan nulis blog lagi, kemampuan berfikir akan semakin jernih dan ga stress menghadapi dunia ini hehehe
Kenapa saya pake prolog di atas ? karena mungkin itu yang sekarang saya alami. Jadi ceritanya, saya pingin banget bisa hijrah dengan sebenar-benarnya, ngga setengah-setengah, atau maksudnya itu secara menyeluruh. Ada aja selalu godaan, dimana ketika ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi, dan menjadi pribadi yang selalu ingin belajar, pasti ada Allah uji keseriusan saya. Kadang masih juga suka main-main, niat mau hijrah, tapi males-malesan. Saya juga mengalami fase yang tidak serius, dimana kadang berprinsip 'ga boleh', kadang 'diboleh-bolehin' aja deh. Dosa saya juga semakin banyak, makin menumpuk, Maaf Ya Allah :"'
Seharusnya saya bisa belajar dari masa lalu, ditoleh, tapi jadikan pelajaran untuk terus memperbaiki diri. Ikuti kebiasaan yang masih bagus, tinggalkan yang semestinya harus ditinggalkan. Kadang merasa juga kalau semakin kesini, saya malah makin 'bobrok', alias semakin berantakan. Suka ga tau mau dibawa kemana hidup saya, makin merasa males, makin ga ada tujuan hidup. Tapi saya sekarang belajar, bahwa hijrah itu adalah konsistensi, kepatuhan, istiqomah, dan menjadikannya kebiasaan. Karena apabila lengah, dan tidak bisa menyesuaikan, ulangi lagi dari awal. Ibaratnya nih, saya sudah susah payah membangun, ada saja satu guncangan, kalau saya tidak kuat, saya harus bangun lagi dari awal. Itulah sebabnya untuk tetap patuh, walaupun yang namanya hati, murabbi saya pernah bilang, pasti ada naik turunnya apalagi perempuan yang secara emosi kestabilannya lebih rentan dan mengalami fase yang berbeda-beda.
Allah lah yang Maha Membolak-balikan hati manusia.
Minta sama yang punya hati, agar ketika salah cepat diingatkan, agar ketika lalai cepat bertaubat, agar ketika hati lagi jauh segera didekatkan. Mohon petunjuk yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Karena sebaik-baiknya penolong dan tempat mengadu, adalah Allah SWT.
Semoga saya bisa tetap terus belajar dan memperbaiki diri, menuju hijrah yang sebenar-benarnya, dan istiqomah di jalanNya. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar